Monday, June 19, 2017
Inilah HULK Dalam Kehidupan Nyata.. Siapakah Orangnya??
Hulk tokoh fiksi di Marvel Comics. yang berperawakan tinggi besar dan berwana kehijauan itu ternyata benar-benar ada sosok yang sangat miri. Laki-laki yang benar-benar mirip sosok Hulk dalam fiksi ini bahkan bisa dibilang lebih macho dibanding Hulk.
Laki-laki yang mirip sosok Hulk tersebut bernama Sajad Gharibi. Pria berusia 25 tahun ini adalah seorang powerlifter profesional. Laki-laki dari Iran ini mendapat julikan Hercules Persia karena "tak memiliki" leher.
Sajad yang mempunyai berat badan 175 kilo gram ini sangat populer di media sosial. Akun Instagramnya @sajadgharibii telah memiliki 320 ribu follower. Pria berotot ini sering memposting kegiatan kesehariannya melalui foto dan video di akunnya.
Misalnya postingan 3 hari lalu yang mengunggah foto saat dirinya membaca buku, saat dia sedang memperlihatkan menu makanannya atau saat sedang berlatih. Setiap postingan mendapatkan like atau tanda suka ribuan.
Dia juga memberikan tips bagaimana cara menjadi binaraga yang baik dan hal-hal positif lainnya. Dia juga mengungkapkan bahwa ia ingin bergabung dengan pasukan tentara untuk melawan ISIS.
i keluarganya, Sajad dikenal sebagai laki-laki yang rendah hati dan baik. Laki-laki ini mampu mengangkat beban lebih berat dibanding berat tubuhnya sendiri. Inilah salah satu sensasi yang dimilikinya sehingga ia sangat terkenal di media sosial.
Prestasinya ini menginspirasi banyak binaragawan lain di dunia untuk mengikuti jejaknya.
Kasatgas Saber Pungli: Pungutan Liar Tertinggi di Bidang Pendidikan
Kepala Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liat (Kasatgas Saber Pungli) Komjen Dwi Priyatno mencatat pungli paling banyak ditemukan di sektor pelayanan pendidikan. Dwi menjelaskan pelayanan di bidang penegakan hukum dan perizinan juga masih rawan pungli.
"Ada di bidang perizinan, di bidang penegakan hukum pasti ada, dan yang paling tinggi pendidikan," kata Dwi saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).
Dwi menyebut terkadang pungutan-pungutan yang terjadi di bidang pendidikan dianggap bukan pungli. Namun hal itu tentunya harus sesuai aturan.
Karena mungkin persepsi orang masih berbeda, tapi itu masih kita dalami kalau misalnya itu bukan pungli misalnya ketentuan komite sekolah, itu juga kita tidak tindak, kita serahkan ke instansi terkait," tutur Dwi.
Selanjutnya, Dwi mengklaim ada penurunan kasus pungli semenjak adanya tim Saber Pungli. Hal itu dilihat berdasarkan laporan yang diterima Saber Pungli.
"Kita belum meneliti, tapi laporan yang masuk cenderung menurun. Beberapa yang ditangkap, saat ini sedang diproses," ungkapnya.
Dwi mengungkapkan salah satu solusi untuk mengurangi pungli secara sistematis, yakni menggunakan basis IT dalam pelayanan yang bersifat transaksional.
"Harus ada percepatan dalam pencegahan, misalnya membangun sistem dengan IT, seperti e-tilang, e-Samsat, itu kan transaksional," tutupnya.
(dhn/dhn)
Subscribe to:
Comments (Atom)



